our summer magazine 2013 by Slidely - Slideshow maker

Friday, April 22, 2011

Marvelous View at Suluban Surfing Beach


Sebenarnya setelah dari Karma Kandara kami berniat menyambangi pantai Nyang-nyang di Uluwatu. Namun setelah melewati pintu masuknya yang terlihat tidak ramah untuk mobil Suzuki Swift sewaan kami (karena jalan masuknya sempit dan hanya berupa tanah saja) maka perjalanan kami lanjutkan hingga tiba di Pura Uluwatu. Nanti sore kami akan menonton pertunjukan Tari Kecak di sini sambil menonton matahari terbenam.

Sebelum melewati pos retribusi parkir, ambil jalan yang ke arah kanan, namanya Jl Pantai Padang-padang. Yuup! Betul sekali! maksudnya tentu pantai Padang-padang yang di film Eat, Pray & Love-nya Julia Roberts ituuh... Ikuti saja petunjuk jalan menuju Suluban Beach. Jalannya sih hanya mengikuti terus jalan raya mulus beraspal tersebut lurus-lurus ke arah kanan.

Setelah mengikuti petunjuk ke arah Suluban Beach, jalannya kemudian agak menyempit dan disebelah kiri terdapat beberapa vila kecil serta di sepanjang jalan tersebut banyak mobil dan motor di parkir, di ujung jalan yang buntu tersebutlah jalan masuk menuju pantainya.


kiri: pungutan parkir di Suluban
kanan: jalan turun ke arah pantai

Setelah membayar parkir Rp 3.000 serta melewati kios penjual topi dan cenderamata,turuni saja anak tangga curam tersebut.


Sebaiknya orang yang lanjut usia serta anak kecil berhati-hati bila pergi ke Suluban Beach karena akses jalannya yang cukup curam ini.

Suluban Beach adalah pantai khusus untuk surfing karena mempunyai ombak yang cukup bagus. Letaknya sejajar dengan pantai Dreamland yang sudah lebih dahulu terkenal.

Hanya saja jika di pantai Dreamland kita bisa menikmati pemandangan pantai dan bermain dengan pasir putihnya yang lumayan luas, maka di Suluban ini tidak terdapat pantai yang terbuka seperti di Dreamland.

Suluban Beach terbentuk diantara batu-batu karang yang terkikis air laut sehingga membuat pemandangan di pantainya yang sempit dan kecil ini menjadi begitu indah

kiri: pantai Suluban hanya seluas ini :)


kanan: deretan warung dan resto Suluban Beach
Setelah menuruni anak tangga yang curam tadi sampailah kita di atas jembatan kecil. Setelah melewati beberapa kios surfing dan rumah penduduk serta wc umum yang bau pesing, jalannya terpecah 2. Yang ke kanan menuju ke warung dan resto yang dipenuhi bule2 surfer yang sedang istirahat. Sementara yang ke kiri merupakan arah menuju pantainya.


kanan: birunya Suluban Beach yang menawan

Setelah mengambil jalan yang ke kiri tersebut, menuruni beberapa anak tangga curam lagi, tiba di semacam cekungan yang kiri kanannya adalah batu karang putih berlubang-lubang, jalannya tiba-tiba habis!! Tapi di bawah sana terlihat beberapa orang menggotong papan surfing mereka menuju pantai kecil yang tersembunyi diantara batu karang berukuran besar-besar.


Hayah! ternyata jalan yang kupikir putus tersebut langsung tersambung dengan sepotong anak tangga yang (lagi-lagi) curam dan kali ini sempit (hanya cukup untuk satu orang sekali jalan) dan kanan-kirinya ngga ada tempat berpegangan sama sekali. jadi perasaan nih kita seperti terbang melayang ke bawah....
kiri: viewing point sekaligus tempat sunbathing

Tiba di bawah kita langsung berada di dalam semacam gua yang terbentuk dari batu karang yang dikikis oleh air laut. Di ujung depan gua sudah terlihat air laut bergulung memasuki mulut gua. Inilah yang dinamakan Suluban Beach.

kiri: pemandangan indah dari viewing point di atas batu karang.

Karena disini tidak terdapat pantai yang dapat dijadikan tempat berjemur, rupanya masyarakat di sana cukup kreatif sehingga membuatkan tempat berjemur di puncak batu-batu karang tersebut. Terdapat 3 tempat berjemur di atas sana yang dapat dicapai dengan menaiki anak tangga yang terbuat dari kayu.

Setelah sampai di atas sana rupanya selain tempat berjemur banyak juga orang yang khusus datang kemari untuk mengambil foto para surfer yang sedang beraksi serta pemandangan alamnya yang cantik. Ngga rugi deh pergi ke sini, apalagi kalau bisa surfing ya.

kanan: jalan pulang yang ditempuh dengan perjuangan :))

No comments:

Post a Comment